MINSEL – Dalam sebuah acara yang dipenuhi semangat dan harapan, Franky Donny Wongkar, SH dan BRIGJEN TNI (Purn) Theodorus Kawatu, SIP., resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan untuk masa jabatan 2025-2030. Pelantikan yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta ini menjadi momen bersejarah bagi kehidupan politik Indonesia.
Acara dimulai dengan iringan merdu lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang menggugah rasa kebangsaan di hati setiap hadirin. Dalam prosesi yang khidmat ini, Presiden Prabowo Subianto memimpin pembacaan sumpah jabatan, mengukuhkan komitmen para kepala daerah untuk mengabdi kepada masyarakat.
Sebelum pelantikan, Wongkar dan Kawatu telah menjalani serangkaian kegiatan penting, termasuk registrasi kesehatan pada 17 Februari dan gladi bersih di Monumen Nasional pada 19 Februari. Setelah dilantik, keduanya akan mengikuti retret selama delapan hari di Lembah Tidar, Akademi Militer (Akmil), Magelang, untuk memperkuat sinergi visi dan misi mereka dengan program pemerintah pusat.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab besar sebagai pelayan rakyat. “Kita harus bersatu dalam keberagaman untuk mencapai tujuan bersama: kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Pesan ini menjadi dorongan bagi Wongkar dan Kawatu untuk mengedepankan kepentingan rakyat dalam setiap langkah kebijakan yang diambil.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, menjelaskan bahwa pelantikan ini melibatkan 961 kepala daerah dari seluruh Indonesia, termasuk 33 gubernur dan wakil gubernur, 363 bupati dan wakil bupati, serta 85 wali kota dan wakil wali kota. Ini adalah pelantikan serentak pertama yang digelar di Istana Kepresidenan, menandai era baru dalam tata kelola pemerintahan daerah.
Franky Donny Wongkar dan Theodorus Kawatu terpilih memimpin Minahasa Selatan melalui Pemilihan Kepala Daerah yang dilaksanakan pada tahun 2024. Penetapan resmi mereka diumumkan oleh Ketua KPU Minahasa Selatan, Tomy Moga, pada 5 Februari 2025, di hadapan pejabat dan masyarakat.
(Mitha Runtunuwu)